Setelah tragedi 'kontraksi' rahim kemarin, aku pun menyiapkan hati untuk ikhlas menyapih Zaki, akhirnya aku pun mencoba sgala cara. Jika memang harus berakhir seperti ini, Bunda ikhlas sayang...;-). Dan cara-cara weaning with love yang aku lakukan :
Cara Pertama ( Sabtu, Minggu 24 - 25 Desember 2011 ):
Pulang dari rumah sakit, aku mampir ke apotik sebentar untuk membeli plester putih. Menurut temanku @ning_ghaida, plester putih lebih mudah dilepas dibanding plester coklat, krn plester coklat meninggalkan jejak serabut2 yang nempel di PD dan agak susah dibersihkan. Jadi aku coba plester putih. Dan pulangnya aku tutup PD ku dengan plester putih, agar saat zaki minta nen, dia bisa melihat ada perubahan di PD ku.
Sebelum dia melihat, aku kasih dia pengertian, bahwa zaki sekarang udah besar dan minumnya pake gelas atau pake sedotan. Dan saat dia minta, aku tunjukin PD ku, dia menatap heran dengan tanda tanyanya.
Aku bilang : 'Nen bunda sekarang udah di tutup, zaki haus ?. Kita minum pake gelas yuk sayang'. Dan zaki bilang : 'Tutup ?'.
Aku jawab : 'Iyah udah ditutup. Gpp yah ?'.
Zaki jawab : 'Gpp' sambil elus2 perut aku trs bilang 'buat Adik'.
Aku jawab : 'Iyah buat Adik sayang'.
Dalam hatiku hancur-sehancur2nya melihat mimik mukanya tanpa dosa, saat bilang 'Gpp, buat Adik'. Lalu ia pergi meninggalkanku yang sedang menangis untuk melanjutkan acara mainnya. * patah hati *...
Malam sebelum tidur, aku sengaja mengajaknya main agar zaki tau aku tetap disampingnya. Aku membuatnya capek agar saat dia ingin tidur, dia lupa sama nen nya. Dan bener ajah, zaki bilang 'Bobo' sambil bilang 'usap2'. Dia pun bobo diusap2 sama Ayah dan bobo di pelukan Ayah. Aku cuma bisa liat kemesraan mereka ajah. Dalam hati bilang 'Harusnya aku yang di sampingnya' . Kayanya tuh ada yang ilang mulai malam itu. Aku kehilangan pelukannya. * mewek *
Tengah malam, zaki bangun sambil nangis. Biasanya masalah itu terpecahkan dengan memberinya nen trs dia bisa bobo lagi, tapi malam itu aku ingin memberitahunya, bahwa 'Ga ada nen'. Jadilah dia nangis kenceng slama beberapa menit dan kita berdua awalnya ngediemin dulu sebentar, tanpa respon apa2 * harus tega ga tega *. Hiks. Trs abis itu si Ayah yang turun tangan, gendong zaki sambil nyanyi diusap2 punggungnya. Dan zaki lanjut bobo lagi di pelukan Ayah dan berakhir dengan posisi kaya waktu IMD dulu. Jadi si Ayah bisa ikut tidur juga sambil boboin zaki di kasur. Aku ngapain ? Cuma bisa liat mereka ajah sambil mewek di tempat tidur...
Sebelum shubuh, zaki nangis kenceng lagi. Mungkin bentuk protesnya dia, kok dari siang aku ga dikasi nen ?. Digendong Bunda malah tambah nangis kejer, dan dia bilang 'Buka'. Saat dia liat nen nya masih ditutup plester, dia langsung diem. Trs bilang 'minum air putih'. Dan berakhir dengan bobo di gendongan Ayah lagi. Ehhmm, zaki ga marah kan sama Bunda ???. * mewek lagi *
Esok paginya ( Minggu full tanpa nen ), zaki pun bilang 'Nen bunda tutup'. Aku lega karena zaki udah tau kalo dia ga nen lagi. Tapiiiii sorenya, dia bilang 'Buka'. Dan teteup aku ga kasih nen, trs liatin nen yang tertutup plester. Begitu pun malamnya, nangis minta nen tapi langsung di gendong Ayah dan bobo di pelukan Ayah lagi. So proud of u Ayah...;-*
Cara Kedua ( Senin, Selasa 26 - 27 Desember 2011 ):
Saat pagi siang sore, zaki mulai bisa tanpa nen. Dia slalu bilang 'Sayang Adik' sambil elus2 perutku saat acara bobo siang peluk2an dan aku lanjutkan dengan hypnobreastfeeding lagi, 'Iyah zaki udah besar, minumnya pake gelas yah sekarang atau pake sedotan juga boleh. Bunda yakin zaki pasti bisa karena Bunda sayang sama zaki walopun zaki ga nen Bunda lagi'. Slalu kata2 itu yang aku utarakan ke zaki.
Karena setelah 1 tahun, zaki ga mau minum pake dot lagi. Jadi aku perlu cari sgala cara, untuk mengganti kenyamanan nen nya dia dengan media lain selain dot. * mikir *. Dan 2 malam itu, aku lalui tanpa Ayah karena Ayah harus nginep di tempat lain. Hiks. Aku bisa apa tanpamu cay ???. * mewek lagi *. Aku membutuhkanmu saat ini karena zaki ingin berada di pelukanmu dalam tidurnya...;-(
Malam itu terasa beda tanpa Ayah, walopun di awal malam zaki tau Ayah ga ada dan dia mau aku peluk2 sambil cerita2 sampe akhirnya dia bobo. Tapi saat tengah malam dia bangun sambil nangis, aku bingung harus gimana lagi. Karena zaki ga mau aku gendong. Akhirnya demi konsisten melakukan weaning, aku mengoleskan sedikit minyak kayu putih di PD ku, dengan harapan zaki bilang pedes trs menghentikan nen nya. Tapi yang terjadi adalah zaki asyik dengan nen nya hingga ia tertidur lagi. Malah esok pagi dan siangnya, dia nagih minta nen lagi * gagal total *. Perasaan saat itu, ngerasa sedih banget. Karena yang aku rasakan saat zaki nen lagi, kangen yang luar biasa sangat. Mungkin itu juga yang zaki rasain kali yah. * emak plin-plan *
Cara Ketiga ( Rabu, Kamis 28 - 29 Desember 2011 ):
Aku harus menjelaskan ke zaki kenapa PD ku kemarin ditutup, karena dia udah penasaran dengan bilang 'Buka'. Aku pun ga bisa memakai minyak kayu putih lagi karena ga ngaruh di zaki. Akhirnya aku coba mengoleskan sedikit jamu pait di PD ku malam Rabunya. Dan zaki mencobanya kira2 hanya 1 detik, langsung melepasnya dan bilang 'nen bunda pait'. Aku pun memberikan teh manis hangat untuknya agar lidahnya netral lagi. Dan dilanjutkan dengan 'bobo di badan bunda' ( posisi IMD ) trs dia juga bilang 'nyanyi'. Acara bobo di awal malam itu pun berakhir dengan pelukan Bunda sambil nyanyi. Dan saat bangun tengah malam, gantian si Ayah yang gendong sampe zaki bobo trs lanjut posisi IMD Ayah.
Dan esok paginya zaki slalu bilang 'pait' tiap kali liat Bunda. Akhirnya aku bilang 'Gpp yah sayang ?' , dia pun jawab 'Gpp, buat Adik' sambil elus2 perut aku. Siapa yang bisa tahan air mata saat denger jawabannya, liat muka polosnya dan ucapannya yang udah ikhlas melepas nen bunda untuk Adiknya. * mewek lagi *.
Malam Kamisnya ( tadi malam ), aku membuatkan susu D**COW madu hangat kesukaannya sebelum tidur. Jadi zaki bisa minum pake sedotan, lanjut air putih trs sikat gigi + cuci tangan kaki. Dan dilanjutkan dengan usapan punggung, doa sebelum bobo dan nyanyian Ayah yang nina boboin zaki. Setelah mereka berdua tidur, aku pun nyusul tidur di samping zaki.
Tengah malam dan sebelum shubuh, zaki bangun lagi, tapi itu dilanjutkan hanya dengan pelukan aku atau pelukan dia ke guling sambil aku usap2 punggungnya. Trs lanjut bobo lagi, mungkin karena zaki tau aku dan si Ayah slalu ada di sampingnya kali yah. Dan tadi malam juga tanpa gendongan Ayah, ga kaya malam2 sebelumnya yang pake acara drama tangis2an. He5.
Smoga nanti malam dan malam2 sebelumnya kaya tadi malam yah. Amiin...;-)
Rasanya gimana sekarang ???
Memang sedih awalnya, berat banget saat coba menjalaninya tetapi ternyata banyak makna indah dibalik itu smua. Karena ternyata, acara nen itu sekarang tergantikan oleh acara maen bola bareng, maen puzzle, gambar, mewarnai, baca buku, maen lilin, maen air lebih lama saat mandi, sepedaan keliling taman, dan berbagai kegiatan laen yang cukup bikin emak bapaknya keringetan juga. Ha5. Cukup menyenangkan bukan ?.
Apapun cara yang dipilih oleh para Ibu2 diluar sana, aku sangat menghargai mereka. Karena ternyata tiap kondisi anak beda2. Tapi apapun caranya, aku yakin itu akan berakhir indah. Karena apa yang kita lakukan demi mereka. Bukan begitu mak ?. He5...
Alhamdulillah tlah melewati tahap ikhlas yang pertama. Smoga weaning with love saat ini, membuat zaki tau kalo kami sangat menyayanginya. Luv u. Muuaahhh...;-*
Zaki, biarlah 2 tahun kemarin menjadi kenangan indah buat kita yah sayang, slalu ada doa dalam tiap nafas Bunda karena melalui doa, cara Bunda memeluk kamu dimana ajah Bunda berada. Dan smoga tiap tetes ASI yang Allah titipkan berguna untuk masa depan kamu kelak. Amiin...;-)










9 komentar:
wuuuaaaa...gw sedih bacanya :(
zaki hebat!!
Gw ga tau cara weaning gw ini salah ato bener say, tp gw emang ga ada cara laen. Krn ketakutan gw akan si Adek dalam perut jadi makin gede, takut dia kenapa2. Moga2 zaki ngerti yah say. Amiin. * mewek lagi *
zaki pinter..udah ngerti nenen buat adiknya...
icha...you're so proud bunda hehe...
aku mau terapin ah cara2 bunda ini, si ayah emang harus dilibatkan ya bun...mulai deh tar malem paksa si ayah hehe...
makasih udah berbagi ya bun..semoga 2 tahun yang indah ini bermanfaat bagi Zaki ke depannya...amiinn
doain saya sukses ya bun, hihi...
i feel the same too,tapi berusaha ikhlas krn ini juga buat kebaikan dia dan dia uda besar :)
@Sari
Iyah selaen hati udah ikhlas, biasanya ikatan itu akan tambah kuat. Jadi mereka ikhlas juga. Mgkn gitu kali yah bun yang zaki rasain, rela lepas demi Adiknya.
Si Ayah emang harus di libatin bun, soale kita ga bisa sendirian. Mg2 sukses juga yah nyapih pas malemnya. Amiin...;-)
@Liefka
Iyah gw coba ikhlas Lief. Biar smua rencana bisa berjalan lancar yah. Amiin. Btw, it's nice blog. Keep writting to share us yah. Kiss kiss...;-*
Foto tangan Zaki & tangan bunda itu sangat.... !
Sebetulnya kebingungan cari kata2 yang tepat untuk mengungkapkannya.
Yang jelas aku sangat terharu !
Betul proses menyusui sangat indah.
Bagus ya ga lama Zaki mau juga disapih. Ga sampe seminggu ya ? Semoga besok2nya tetap seperti itu.
Aaaahhh !! Anakku 19 bulan, mendekati waktunya menyapih yah... T.T
Wahh zaki pintar... sayang sama adik... :)
btw Mba, manggil suami "cay" yah?sama dong..hihihi *tos dulu kita :)
Salam kenal ya Mba.. ^_^
sedih...jadi ingat Ghaida juga drama gitu waktu proses weaning..sempet cheating aku tengah malem kasih nen saking ga tahan liat tatapan matanya...semoga Zaki dan Ghaida sama2 bisa mengerti yg dilakukan bunda dan ambunya ya cha..Amin
@Susan
Wah anakmu 5 bulan lagi 2 tahun yah say. Moga2 bisa sukses nyapihnya yah nti. Amiin. Smangatttttt...;-*
@Dee Ayu
Kdg2 cay, kdg2 'yah, kdg2 'yang. * halah *. Hi5...Salam kenal juga yah mba.
@Ambu Ning
Amiin. Moga2 mereka ngerti yang kita lakuin demi mereka juga yah mak. Sehat2 trs bumil. * tos perut *. Hi5...
Poskan Komentar