Sabtu, 24 Desember 2011, usia kehamilanku 13 minggu 1 hari. Si Ayah sengaja langsung mendatangi Rumah Sakitnya untuk antri biar dapet nomor awal. Sebenernya bisa siy daftar via telpon, tapi siap2 ajah dapet nomor melewati 5 atau bahkan nomor 10. He5. Banyak banget yah ini fansnya Dr. Oni Khonsa...;-)
Alhamdulillah si Ayah dapet nomor 2 dan membuatku tambah ga sabar untuk segera ketemu sama si Adek. Trs pas nyampe rumah sakit, dokternya belum datang. Udah ajah ini jantung ga berhenti detak * yaiyalah masa berhenti *, bawaannya slalu deg2an tiap kali ke dokter. He5...
Setelah di timbang beratnya 60 kg dan tensinya 110 / 70, aku pun memasuki ruangan dan bertemu beliau. Dan dia bilang...
Si Adek panjangnya 6,3 cm. Lincah, panjang normal, aktif, masih imut2, sehat tetapiiiiii ada sesuatu terlihat di layar monitor. Bergerak dan terlihat agak besar, itu apa Dok ? Tanyaku. Beliau bilang itu kontraksi kecil di rahimku. Dan kalo ini belum hilang juga, akan sangat berbahaya karena jika kontraksinya makin kuat bisa mendorong janinku keluar. Walopun kemungkinan itu sangat kecil. Hiks lemas seketika...;-(
Aku pun bangun dari tempat tidur periksa dan melanjutkan diskusi dengan beliau. Gimana cara menghilangkannya ? Dan kata beliau, kondisi rahim sangat berbeda2 untuk tiap orang. Menyusui sambil hamil juga melihat kondisi masing2 orang. Mengakibatkan sesuatu atau tidak. Yang pasti, asupan kalsium untuk ibu hamil sekaligus ibu menyusui akan sangat meningkat pesat. Bisakah aku mencukupinya dalam sehari ? * talk to my self *
Jadi jawaban untuk ceritaku kali ini adalah aku HARUS berhenti menyusui krn aku harus mengurangi atau bahkan menghilangkan kontraksi dalam rahimku saat ini. Selain itu zaki telah berusia 2 tahun bukan ?. Cukup sudah kewajibanku untuk memenuhi kebutuhan ASInya, begitu juga menurutNYA di dalam Al-Qur'an. Dan Dr. Oni pun sampe mengingatkanku agar bulan depan aku harus udah menyapih zaki.
Lemas, sedih, bingung, saat meninggalkan ruangan beliau. PR banget untuk segera menyapih zaki. Bagaimana caranya ? Aku pun tak tahu. Tak tega pastinya melihatnya mengikuti caraku, dimana sebelumnya aku ingin zaki menyapih dirinya dengan caranya sendiri. Tapi ini harus aku lakukan, demi Zaki dan demi si Adek dalam perut.
Zaki, Bunda bingung apa yang harus Bunda lakukan, tapi smoga kita bisa melewati ini yah. Kita coba yuk sayang. Bunda udah ikhlas menyapih Zaki, smoga Zaki juga bisa yah bantu Bunda krn Bunda yakin kakak sayang sama Adik. Ya kan ?...* sedih banget *










0 komentar:
Poskan Komentar