Rabu, 28 Desember 2011

Weaning With Love in 2 years 1 month



Setelah tragedi 'kontraksi' rahim kemarin, aku pun menyiapkan hati untuk ikhlas menyapih Zaki, akhirnya aku pun mencoba sgala cara. Jika memang harus berakhir seperti ini, Bunda ikhlas sayang...;-). Dan cara-cara weaning with love yang aku lakukan :

Cara Pertama ( Sabtu, Minggu 24 - 25 Desember 2011 ):
Pulang dari rumah sakit, aku mampir ke apotik sebentar untuk membeli plester putih. Menurut temanku @ning_ghaida, plester putih lebih mudah dilepas dibanding plester coklat, krn plester coklat meninggalkan jejak serabut2 yang nempel di PD dan agak susah dibersihkan. Jadi aku coba plester putih. Dan pulangnya aku tutup PD ku dengan plester putih, agar saat zaki minta nen, dia bisa melihat ada perubahan di PD ku.

Sebelum dia melihat, aku kasih dia pengertian, bahwa zaki sekarang udah besar dan minumnya pake gelas atau pake sedotan. Dan saat dia minta, aku tunjukin PD ku, dia menatap heran dengan tanda tanyanya.

Aku bilang : 'Nen bunda sekarang udah di tutup, zaki haus ?. Kita minum pake gelas yuk sayang'. Dan zaki bilang : 'Tutup ?'.
Aku jawab : 'Iyah udah ditutup. Gpp yah ?'.
Zaki jawab : 'Gpp' sambil elus2 perut aku trs bilang 'buat Adik'.
Aku jawab : 'Iyah buat Adik sayang'.

Dalam hatiku hancur-sehancur2nya melihat mimik mukanya tanpa dosa, saat bilang 'Gpp, buat Adik'. Lalu ia pergi meninggalkanku yang sedang menangis untuk melanjutkan acara mainnya. * patah hati *...

Malam sebelum tidur, aku sengaja mengajaknya main agar zaki tau aku tetap disampingnya. Aku membuatnya capek agar saat dia ingin tidur, dia lupa sama nen nya. Dan bener ajah, zaki bilang 'Bobo' sambil bilang 'usap2'. Dia pun bobo diusap2 sama Ayah dan bobo di pelukan Ayah. Aku cuma bisa liat kemesraan mereka ajah. Dalam hati bilang 'Harusnya aku yang di sampingnya' . Kayanya tuh ada yang ilang mulai malam itu. Aku kehilangan pelukannya. * mewek *

Tengah malam, zaki bangun sambil nangis. Biasanya masalah itu terpecahkan dengan memberinya nen trs dia bisa bobo lagi, tapi malam itu aku ingin memberitahunya, bahwa 'Ga ada nen'. Jadilah dia nangis kenceng slama beberapa menit dan kita berdua awalnya ngediemin dulu sebentar, tanpa respon apa2 * harus tega ga tega *. Hiks. Trs abis itu si Ayah yang turun tangan, gendong zaki sambil nyanyi diusap2 punggungnya. Dan zaki lanjut bobo lagi di pelukan Ayah dan berakhir dengan posisi kaya waktu IMD dulu. Jadi si Ayah bisa ikut tidur juga sambil boboin zaki di kasur. Aku ngapain ? Cuma bisa liat mereka ajah sambil mewek di tempat tidur...


Sebelum shubuh, zaki nangis kenceng lagi. Mungkin bentuk protesnya dia, kok dari siang aku ga dikasi nen ?. Digendong Bunda malah tambah nangis kejer, dan dia bilang 'Buka'. Saat dia liat nen nya masih ditutup plester, dia langsung diem. Trs bilang 'minum air putih'. Dan berakhir dengan bobo di gendongan Ayah lagi. Ehhmm, zaki ga marah kan sama Bunda ???. * mewek lagi *

Esok paginya ( Minggu full tanpa nen ), zaki pun bilang 'Nen bunda tutup'. Aku lega karena zaki udah tau kalo dia ga nen lagi. Tapiiiii sorenya, dia bilang 'Buka'. Dan teteup aku ga kasih nen, trs liatin nen yang tertutup plester. Begitu pun malamnya, nangis minta nen tapi langsung di gendong Ayah dan bobo di pelukan Ayah lagi. So proud of u Ayah...;-*


Cara Kedua ( Senin, Selasa 26 - 27 Desember 2011 ):
Saat pagi siang sore, zaki mulai bisa tanpa nen. Dia slalu bilang 'Sayang Adik' sambil elus2 perutku saat acara bobo siang peluk2an dan aku lanjutkan dengan hypnobreastfeeding lagi, 'Iyah zaki udah besar, minumnya pake gelas yah sekarang atau pake sedotan juga boleh. Bunda yakin zaki pasti bisa karena Bunda sayang sama zaki walopun zaki ga nen Bunda lagi'. Slalu kata2 itu yang aku utarakan ke zaki.

Karena setelah 1 tahun, zaki ga mau minum pake dot lagi. Jadi aku perlu cari sgala cara, untuk mengganti kenyamanan nen nya dia dengan media lain selain dot. * mikir *. Dan 2 malam itu, aku lalui tanpa Ayah karena Ayah harus nginep di tempat lain. Hiks. Aku bisa apa tanpamu cay ???. * mewek lagi *. Aku membutuhkanmu saat ini karena zaki ingin berada di pelukanmu dalam tidurnya...;-(

Malam itu terasa beda tanpa Ayah, walopun di awal malam zaki tau Ayah ga ada dan dia mau aku peluk2 sambil cerita2 sampe akhirnya dia bobo. Tapi saat tengah malam dia bangun sambil nangis, aku bingung harus gimana lagi. Karena zaki ga mau aku gendong. Akhirnya demi konsisten melakukan weaning, aku mengoleskan sedikit minyak kayu putih di PD ku, dengan harapan zaki bilang pedes trs menghentikan nen nya. Tapi yang terjadi adalah zaki asyik dengan nen nya hingga ia tertidur lagi. Malah esok pagi dan siangnya, dia nagih minta nen lagi * gagal total *. Perasaan saat itu, ngerasa sedih banget. Karena yang aku rasakan saat zaki nen lagi, kangen yang luar biasa sangat. Mungkin itu juga yang zaki rasain kali yah. * emak plin-plan *


Cara Ketiga ( Rabu, Kamis 28 - 29 Desember 2011 ):
Aku harus menjelaskan ke zaki kenapa PD ku kemarin ditutup, karena dia udah penasaran dengan bilang 'Buka'. Aku pun ga bisa memakai minyak kayu putih lagi karena ga ngaruh di zaki. Akhirnya aku coba mengoleskan sedikit jamu pait di PD ku malam Rabunya. Dan zaki mencobanya kira2 hanya 1 detik, langsung melepasnya dan bilang 'nen bunda pait'. Aku pun memberikan teh manis hangat untuknya agar lidahnya netral lagi. Dan dilanjutkan dengan 'bobo di badan bunda' ( posisi IMD ) trs dia juga bilang 'nyanyi'. Acara bobo di awal malam itu pun berakhir dengan pelukan Bunda sambil nyanyi. Dan saat bangun tengah malam, gantian si Ayah yang gendong sampe zaki bobo trs lanjut posisi IMD Ayah.

Dan esok paginya zaki slalu bilang 'pait' tiap kali liat Bunda. Akhirnya aku bilang 'Gpp yah sayang ?' , dia pun jawab 'Gpp, buat Adik' sambil elus2 perut aku. Siapa yang bisa tahan air mata saat denger jawabannya, liat muka polosnya dan ucapannya yang udah ikhlas melepas nen bunda untuk Adiknya. * mewek lagi *.

Malam Kamisnya ( tadi malam ), aku membuatkan susu D**COW madu hangat kesukaannya sebelum tidur. Jadi zaki bisa minum pake sedotan, lanjut air putih trs sikat gigi + cuci tangan kaki. Dan dilanjutkan dengan usapan punggung, doa sebelum bobo dan nyanyian Ayah yang nina boboin zaki. Setelah mereka berdua tidur, aku pun nyusul tidur di samping zaki.

Tengah malam dan sebelum shubuh, zaki bangun lagi, tapi itu dilanjutkan hanya dengan pelukan aku atau pelukan dia ke guling sambil aku usap2 punggungnya. Trs lanjut bobo lagi, mungkin karena zaki tau aku dan si Ayah slalu ada di sampingnya kali yah. Dan tadi malam juga tanpa gendongan Ayah, ga kaya malam2 sebelumnya yang pake acara drama tangis2an. He5.

Smoga nanti malam dan malam2 sebelumnya kaya tadi malam yah. Amiin...;-)

Rasanya gimana sekarang ???
Memang sedih awalnya, berat banget saat coba menjalaninya tetapi ternyata banyak makna indah dibalik itu smua. Karena ternyata, acara nen itu sekarang tergantikan oleh acara maen bola bareng, maen puzzle, gambar, mewarnai, baca buku, maen lilin, maen air lebih lama saat mandi, sepedaan keliling taman, dan berbagai kegiatan laen yang cukup bikin emak bapaknya keringetan juga. Ha5. Cukup menyenangkan bukan ?.

Apapun cara yang dipilih oleh para Ibu2 diluar sana, aku sangat menghargai mereka. Karena ternyata tiap kondisi anak beda2. Tapi apapun caranya, aku yakin itu akan berakhir indah. Karena apa yang kita lakukan demi mereka. Bukan begitu mak ?. He5...

Alhamdulillah tlah melewati tahap ikhlas yang pertama. Smoga weaning with love saat ini, membuat zaki tau kalo kami sangat menyayanginya. Luv u. Muuaahhh...;-*

Zaki, biarlah 2 tahun kemarin menjadi kenangan indah buat kita yah sayang, slalu ada doa dalam tiap nafas Bunda karena melalui doa, cara Bunda memeluk kamu dimana ajah Bunda berada. Dan smoga tiap tetes ASI yang Allah titipkan berguna untuk masa depan kamu kelak. Amiin...;-)

Senin, 26 Desember 2011

Saat Ikhlas Harus Dijalani

Aku sadar waktunya akan datang, entah kapan dan memang segalanya harus dimulai. Berat, sangat berat. Apalagi saat2 terakhir ini, masa2 menyusui menjadi sangat2 menyenangkan. Dan aku belum ingin kehilangan moment indah itu bersamanya.

Sampe akhirnya timbul pertanyaan ? Apa memang sebenarnya aku yang belum siap, bagaimana kalo zaki sebenernya udah siap tapi aku yang menghalanginya ?...

Dan salah seorang sahabat pun bilang kalo :
'Rentang perkembangan anak itu panjang cha dan tiap2 perkembangan harus dia lewati. Sekarang zaki dah besar, dia harus melangkah ke tahap perkembangan berikutnya. Jangan sampe dengan lo sulit menyapih dia, jdnya malah menghambat perkembangannya'.

Langsung tersentak oleh kata2nya. Dan apa yang ia katakan memang benar. Mungkin rasa inilah yang dirasakan ortu kita saat kita diambil oleh suami kita kali yah. Ehm, begitu banyak tahap ikhlas yang harus dilewati, karena setelah proses Weaning ini, kita juga akan merasakan ikhlas yang sama saat mereka sekolah, mereka kuliah jauh, mereka menikah atau bahkan saat mereka udah ga ada. * tiba2 sedih *

Ya, kita dihadapi oleh keadaan dimana kita tidak boleh menghalangi mereka untuk menuju tahap selanjutnya. Menerima, mendukung, mendoakan dan ikut bahagia tentunya saat mereka juga bahagia.

@kata2bijak pun bilang : Kita tak kan pernah tau jika tak pernah mencobanya tetapi mencoba pun harus dengan persiapan yang matang.

Dan dengan terlebih dahulu menyiapkan hati untuk ikhlas, bismillah Bunda mencoba untuk menyapih kamu yah cayank. Demi kebaikan kamu, demi perkembangan kamu, smua demi kamu. Biarlah kebersamaan kita dulu menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang, bukan sesuatu yang harus Bunda tangisi ( lagi ). Kamu tau, Ayah dan Bunda slalu sayang kamu...;-*

Kunjungan Keduaku ( lagi )

Sabtu, 24 Desember 2011, usia kehamilanku 13 minggu 1 hari. Si Ayah sengaja langsung mendatangi Rumah Sakitnya untuk antri biar dapet nomor awal. Sebenernya bisa siy daftar via telpon, tapi siap2 ajah dapet nomor melewati 5 atau bahkan nomor 10. He5. Banyak banget yah ini fansnya Dr. Oni Khonsa...;-)

Alhamdulillah si Ayah dapet nomor 2 dan membuatku tambah ga sabar untuk segera ketemu sama si Adek. Trs pas nyampe rumah sakit, dokternya belum datang. Udah ajah ini jantung ga berhenti detak * yaiyalah masa berhenti *, bawaannya slalu deg2an tiap kali ke dokter. He5...

Setelah di timbang beratnya 60 kg dan tensinya 110 / 70, aku pun memasuki ruangan dan bertemu beliau. Dan dia bilang...


Si Adek panjangnya 6,3 cm. Lincah, panjang normal, aktif, masih imut2, sehat tetapiiiiii ada sesuatu terlihat di layar monitor. Bergerak dan terlihat agak besar, itu apa Dok ? Tanyaku. Beliau bilang itu kontraksi kecil di rahimku. Dan kalo ini belum hilang juga, akan sangat berbahaya karena jika kontraksinya makin kuat bisa mendorong janinku keluar. Walopun kemungkinan itu sangat kecil. Hiks lemas seketika...;-(

Aku pun bangun dari tempat tidur periksa dan melanjutkan diskusi dengan beliau. Gimana cara menghilangkannya ? Dan kata beliau, kondisi rahim sangat berbeda2 untuk tiap orang. Menyusui sambil hamil juga melihat kondisi masing2 orang. Mengakibatkan sesuatu atau tidak. Yang pasti, asupan kalsium untuk ibu hamil sekaligus ibu menyusui akan sangat meningkat pesat. Bisakah aku mencukupinya dalam sehari ? * talk to my self *

Jadi jawaban untuk ceritaku kali ini adalah aku HARUS berhenti menyusui krn aku harus mengurangi atau bahkan menghilangkan kontraksi dalam rahimku saat ini. Selain itu zaki telah berusia 2 tahun bukan ?. Cukup sudah kewajibanku untuk memenuhi kebutuhan ASInya, begitu juga menurutNYA di dalam Al-Qur'an. Dan Dr. Oni pun sampe mengingatkanku agar bulan depan aku harus udah menyapih zaki.

Lemas, sedih, bingung, saat meninggalkan ruangan beliau. PR banget untuk segera menyapih zaki. Bagaimana caranya ? Aku pun tak tahu. Tak tega pastinya melihatnya mengikuti caraku, dimana sebelumnya aku ingin zaki menyapih dirinya dengan caranya sendiri. Tapi ini harus aku lakukan, demi Zaki dan demi si Adek dalam perut.

Zaki, Bunda bingung apa yang harus Bunda lakukan, tapi smoga kita bisa melewati ini yah. Kita coba yuk sayang. Bunda udah ikhlas menyapih Zaki, smoga Zaki juga bisa yah bantu Bunda krn Bunda yakin kakak sayang sama Adik. Ya kan ?...* sedih banget *

Kamis, 22 Desember 2011

Perkembangannya di usia 2 Tahun 1 Bulan



21 Desember 2011...
Alhamdulillah satu bulan berlalu lagi. Teteup berusaha menuliskan perkembangan tiap bulannya, demi senyum2 di kemudian hari pas baca2 ini lagi. Hi5. Apa siy kelakuan bocah bulan ini :
  • Geraham belakang masih belum ada tanda2 mau numbuh.
  • Kulitnya terlihat agak lebih hitam ( emangnya putih ). Hi5. Karena efek mulai suka maen pagi, siang, sore, kdg2 minta keluar rumah.
  • BB waktu ke dokter kemaren waktu imun tipes cuma nambah setengah kilo, jadi 12,5 kg.
  • Setelah bulan kemaren loncat dari kursi ke arah depan kalo abis duduk, sekarang dia berdiri di kursi trs ajrut-ajrutan diatas kursi. Loncat2 kegirangan. * tepokjidat *
  • Sekarang lebih sering nangis bilang 'ga mau' kalo disuruh sikat gigi. Hiks. Tapi teteup aku usahain untuk sikat gigi walopun zaki bilang ga mau.
  • Toilet Training waktu pup dibawa ke kamar mandi malah ga jadi keluar. Padahal sebelumnya zaki bilang 'pup'. Hiks. * latihan ekstra *
  • Suka niup-niup pluit mainan.
  • Mulai menunjukkan 'aku bisa niy Bunda' dengan melakukan naek tangga dan ga mau di pegangin lagi. Tangan yang megangin siap2 di tangkis. * awasin dari belakang *
  • Kalo pas ke kamar mandi sebelum bobo, dia bilang 'cuci tangan' sambil nyodorin tangan dan 'cuci kaki' sambil kakinya diangkat. Trs terakhir cuci muka secara itu bocah suka gaya tiduran di ubin kalo lagi maen. * geleng2 *. Dilanjutkan dengan sikat gigi dikamar mandi, kalo ga mau didalem kamar sambil bocahnya ngaca * gaya bgt siy sikat gigi ajah sambil ngaca + senyum2 pula *. Ha5. Trs kalo ga mau juga, ya di tempat tidur sikat giginya.
  • Sebutan warna yang jelas UNGU, KUNING, ABU-ABU, PUTIH, PINK, JINGGA. Yang belum jelas MEAH ( merah ), IJO ( hijau ), ITAN ( hitam ), BIU ( biru ), COKAT ( coklat ).
  • Berhitung mulai hapal dari angka 1 - 8. Pas ditanyain habis 8 apa, eh zaki bilang 'delapan lagi'. Ha5 bocah.
  • Untuk kata akhiran R, L, kaya kata GAMBAR atau APEL, zaki masih nyebut dengan akhiran N, yaitu GAMBAN dan APEN.
  • Kalo untuk awalan H, belum terdengar jelas juga kaya Idung ( hidung ), Itan ( hitam ), Ijo ( hijau ).
  • Untuk sisipan dan awalan L juga masih belum jelas terdengar kaya COKAT ( coklat ), AMPU ( Lampu ), AGI ( lagi ), AMBIN ( ambil )
  • Kosakata BUAH, Paya, Bimbing, Apen, Pin, Pukat, Jeuk, Kapa, Mangka, Pisyang, Anggun, Toberi, Nanan. Kayanya abjad L dan R msh ngumpet niy belum keluar jelas dari mulutnya zaki. Smoga nti keluar. Amiin...
  • Mulai suka bikin bangun ga jelas, kaya bentuk hati separo trs kita yang suruh lanjutin separonya. Atau bikin lingkaran ga jelas tapi titik awal dan titik akhirnya sama. Jadi lingkaran ga jelasnya tertutup.
  • Girang banget mandi pake shower kalo pas lagi nginep dirumah Oma ato maen kran trs jari tangannya dikenain aernya trs dia bilang 'kembang api'. Mirip kembang api kali yah jadinya. Ha5...
  • Semenjak zaki batuk dan kalo lagi batuk, nafasnya sesak banget, bobonya ga nyenyak. Sekarang zaki mulai suka bening-beningan atau sayur kuah.
  • Udah menunjukkan kepemilikan dengan bilang 'Punya Zaki', 'Zaki Aja', 'Ayah Aku', 'Bunda Aku'.
  • Kalo udah ga mau bilang 'UDAH' atau 'GA MAU'
  • Kalimat mulai gabungan 3 kalimat :
  1. Minum air putih
  2. Gambar bunga gede
  3. Mam pake apuk ( kerupuk )
  4. Mau mam kue
  5. Ikut Ayah Bayu
  6. Sama Bunda Icha
  7. Beli balon kuning
  8. Liat adik bayi
  9. One Two Three Gooo
  10. Satu Dua Tiga Empat Lima Enam Tujuh, dst
  11. Abang Kue Putu
  12. Mam Bubur Ayam
  13. Mandi Maen Gembung ( maen gelembung sabun )
  14. Mau sikat gigi
  15. Mau nen Bunda
  16. Minum di gelas
  • Bulan ini Bunda cobain susu kedelai ke zaki dan alhamdulillah bocahnya mau. Ga ada tanda2 mencri juga. Teteup awalnya di bikin puding susu kedelai + wortel dulu sebelum susunya di minumin.
  • Mulai tertarik bermain balok kayu aneka bentuk. Teteup ujung2nya dia yang susun sendiri dengan bentuk suka2. Atopun di susun keatas.
  • Lagi suka maen kartu. Minta di susun jadi bentuk bunga atau bangun yang laen kaya segitiga, kotak ato lingkaran. Gpp deh yang penting kan materi masuk yah. Hi5...
  • Kalo lagi nangis ga ada seorang pun yang bisa ngediemin. Akhirnya nunggu beberapa saat sampe Tantrumnya ilang sendiri.
  • Kdg2 udah bisa ngerayu sambil kedip2 mata senyum2 kalo habis nangis dan ada maunya. * luluh hati seketika liat senyumnya *. Ha5...
  • Mulai sadar akan keberadaan Bunda dengan bilang 'Ikut Bunda','Ama Bunda','Pangku Bunda','Nen Bunda'. Jadilah kalo itu bocah udah nempel, siap2 dibuntuti kemanapun pergi & siap2 dicariin kalo tiba2 menghilang dari penglihatan. Ha5...

Dan di bulan inilah rambut bocah udah mulai gondrong banget dan akhirnya di potong lagi, menyisakan 1 cm. He5...

Sebelum dipotong


Sesudah dipotong

Beda yah. Lebih dewasaan yang udah dipotong. Jadi kaya remaja yang sebentar lagi bisa anterin + jagain Bundanya kalo lagi jalan2. Ha5. * maklebay *

Baru itu ajah cerita baru zaki di bulan ini. Moga2 ke depannya ada cerita seru lagi yah. He5 amiin. Sehat2 terus yah cayank. Muuuaaahhhh...;-*

Minggu, 18 Desember 2011

Tentang Kehamilan Keduaku


Alhamdulillah kehamilan kedua ini kurang lebih mirip2 kaya waktu hamil Zaki dulu. Ga ada mual sampe muntah2. * bersyukur banget *. Tapi entah kenapa kalo liat nasi bawaannya begah duluan. Jadi akhirnya di siasatin makannya dikit2 dan beberapa jam sebelum makan inti, ga ngemil ato minum yang berat2 yang bisa bikin perut kenyang.

Dan jujur sampe sekarang belum bisa ngebedain mana yang Ngidam beneran atau yang Pengen karena laper. Ha5. Jadi ga pernah ada ngidam khusus, pengen yang aneh2, yang susah dicari ataupun yang harus ada saat itu juga. Jadi kalo pengen yah tinggal beli, kalo ga ada yah cari besok2. Kalopun besok ga ada, yah gpp ga usah beli. * bumil pengertian *. Hi5. Sekalian ( katanya orang2 sono tuh ), ajari anak yang di dalam rahim belajar untuk bisa mengerti dimana setiap keinginan ga slalu harus dipenuhi saat itu juga. * ga ngaruh yah kayanya, jadi abaikan ajah kalimat barusan *. He5...

Malah sempet si Ayah yang pengennya macem2. Ya getuk lindri, martabak keju, burger, maicih dan kacang mede. Dan si Ayah juga yang akhirnya ngerasain mual2. Perutnya ngerasa ga enak banget. Ah, mungkin kebeneran ajah kali yah. Kejadiannya kebeneran pas aku hamil, ga ada hubungannya nanti bayinya cewe ato cowo. ( kata orang2 sono lagi tuh ). Hi5...

Trus sempet cobain smua rasa di lidah, yang paling smangat untuk makan rasa apa siy ? Dari asin, asem, pedes, manis, dll. Ternyata yang paling smangat itu rasa PEDES sama MANIS. Nasinya bisa lebih banyak dibanding waktu ada rasa yang laen. Tapi teteup aku usahain smua rasa bisa masuk walopun harus dikit2.

Sekilas kehamilan kedua kok lancar2 ajah yah, tapi ternyata tantangannya teteup ada lho. Dimana tantangannya lebih ke tantangan perasaan karena pengaruh hormon ini membuatku jadi makin sensi ke hal-hal yang mungkin sebenernya bisa di pecahkan yah. Kaya misalnya :
  • Kehamilan berbarengan dengan proses Weaningnya Zaki, dimana pressure orang2 sekitar untuk segera menyapih Zaki begitu besar.
  • Kadang2, kembali berfikir menjadi seorang Ibu yang sesaat tak berdaya * apa sih * untuk nanti, bisa ga yah urus baby yang kedua, bisa ga yah nanti ASI lagi mpe 2 tahun, dll.
  • Berusaha memanfaatkan waktu semaksimal mungkin sama Zaki, karena setelah adeknya lahir nanti, pasti aku akan fokus ke Adeknya Zaki dan waktu untuk Zaki berkurang dikit banyaknya.

Tapi kalo mikir yang senengnya, hati jadi girang lagi dan ilang sedihnya :
  • Nti rumah jadi rame lagi.
  • Zaki punya temen maen di rumah. Mengingat itu bocah mulai suka maen sama bocah laen.
  • Petualangan jadi Ibu baru lagi, urus baby yang baru lahir.
  • Pas adeknya lahir, Zaki nti umur 2,7 bulan, jadi diharapkan bisa jagain adeknya plus bantuin emaknya urus adeknya. Hi5. Yah minimal bantuin jagain liatin adeknya pas emaknya lagi ga ada di kamar.
  • Berharap Zaki jadi lebih mandiri dan mau berbagi karena acara maen jadi makin seru lagi. * siap2 rebutan maenan *. Ha5...
  • Dan berbagai cerita seru yang entah apa nti terjadi. Hi5 amiin...

Jadi makin salut sama emak2 yang anaknya jaman dulu bisa sampe puluhan. Gimana ngurusnya yah. Lah ini yang mau 2 ajah, kok udah mikir macem2 yang jeleknya. Hi5...

* smangat lagi deh *

Intinya siy bukan ngeluh, cuma curhat seorang emak2 yang kadang2 pikirannya terlalu berlebihan. Ha5. Harap maklum yah. Yang pasti, aku bahagia dan ga sabar untuk segera memeluk bayi mungil yang ada di perut ini lagi. Apapun tantangan di depan sana, yakin ajah pasti bisa terlewati smuanya. Amiin amiin amiin. Doakan yah...;-)